Hal itu dicapai setelah Uni Eropa dan Inggris menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri kegiatan kontrol perbatasan di wilayah tersebut, sebuah masalah yang menjami sumber ketegangan yang berjangka panjang antara London dan Mandrid.

Menurut kesepakatan antara Uni Eropa dan Inggris pasca Brexit, berbagai pos pemeriksaan perbatasan antara Gibraltar, wilayah Inggris dan Spanyol akan dihapuskan sehingga memfasilitasi pergerakan warga, pekerja dan pelaku usaha kedua belah pihak.

Komisi Eropa menyatakan bahwa kesepakatan ini merupakan hasil dari negosiasi bertahun-tahun setelah Inggris keluar dari Uni Eropa pada tahun 2020. Tujuan dari kesepakatan ini adalah untuk menjamin kebebasan bergerak, mempertahankan kegiatan perdagangan lintas batas, sekaligus menyelesaikan berbagai masalah yang timbul akibat Gibraltar tidak lagi berada dalam kerangka hukum Uni Eropa pasca Brexit.