Kantor Berita Philstar dari Filipina, pada Rabu (17 Juli) memberitakan bahwa lebih setahun setelah membentuk jalur komunikasi langsung tentang masalah maritim, Filipina dan Tiongkok telah membentuk mekanisme baru yang membolehkan kedua belah pihak supaya berkonektivitas melalui hotline darurat.
Kementerian Luar Negeri Filipina sebelumnya juga mengkonfirmasikan bahwa “Kesepakatan tentang perbaikan mekanisme komunikasi maritim Filipina-Tiongkok” akan memasok kepada kedua belah pihak banyak kanal komunikasi yang berbeda untuk menangani masalah-masalah di laut. Kesepakatan ini ditandatangani pada tgl 02 Juli lalu di sidang konsultasi bilateral antara dua negara tentang Laut Timur di Manila, Ibukota Filipina. Apabila kesepakatan ini berlaku, akan mengaktifkan satu jalur komunikasi antara Pasukan Penjaga Pantai Filipina dan Pasukan Penjaga Pantai Tiongkok.
