![]() |
Juru bicara tentara Filipina, brigader Jenderal, Restituto Padilla memberitahukan bahwa “gencatan senjata kemanusiaan” akan menjadi efektif pada pukul 6 Minggu pagi (25 Juni) menurut waktu lokal (yaitu jam 5 Minggu pagi (25 Juni) menurut WIB) di kota Marawi. Namun, perintah ini akan dihapuskan secara segera kalau kaum pembangkang meledakkan senapan atau mengancam para serdadu dan penduduk sipil. Jenderal Restituto Padilla menegaskan bahwa gencata senjata hanya merupakan “tongkah laku yang memanifestasikan komitmen kuat dan hormat terhadap dunia Islam”, khususnya terhadap penganut-penganut Islam di kota Marawi.

