Dalam upacara pembukaan simposium tersebut, Menteri Luar Negeri (Menlu) Vietnam, Le Hoai Trung mengatakan bahwa simposium ini merupakan tonggak bermakna terhadap proses kerja sama ASEAN. Peristiwa ini juga menandai kali pertamanya diselenggarakan pertemuan dan diskusi antarpartai politik di Asia Tenggara. Menurut Menlu Le Hoai Trung, untuk mengatasi tantangan, mempertahankan solidaritas dan kemandirian strategis memerlukan kerja sama ASEAN baik di kanal negara, pemerintah dan parlemen maupun diperkokoh dari fondasi politik di masing-masing negara dan antara berbagai partai politik. Ia meminta supaya kerja sama antarpartai politik mendekatkan ASEAN dengan masyarakat dan mengumpulkan kekuatan masyarakat.

Di simposium tersebut diadakan tiga sesi diskusi dengan sekitar 20 referat dan pidato mendalam dari para delegasi partai politik, sarjana dan pakar asal seluruh kawasan. Berbagai pendapat menekankan bahwa partai-partai politik di kawasan juga berbagi semangat dan tanggung jawab mendalam terhadap sebuah masa depan ASEAN yang damai, stabil dan berkelanjutan. Para delegasi juga memanifestasikan tanggung jawab dan tekad bersama dalam menyumbangkan pembangunan Komunitas ASEAN.

Juga dalam kerangka AFF 2026, pada sore hari yang sama, diadakan Konferensi Para Pemimpin Kota ASEAN dengan partisipasi para pemimpin perkotaan di kawasan. Konferensi tersebut mendiskusikan solusi-solusi pendorongan perkembangan perkotaan pintar, transformasi digital, pertumbuhan hijau dan meningkatkan daya adaptasi serta daya tahan perkotaan-perkotaan dengan tantangan baru.