Menurut Bloomberg, keputusan ini memasukkan Vietnam ke dalam kelompok perekonomian besar dalam pemeringkatan FTSE Russell seperti Tiongkok, India, Indonesia dan Filipina.

Badan manajemen digital FTS mencatat semua kemajuan Vietnam dalam memperbaiki pasar skunder (Ilustrasi)(Foto: VGP)

Menurut David Sol, Direktur Global urusan Kebijakan dari FTSE Russell, peningkatan ini mencerinkan kemajuan signifikan dari infrastruktur pasar Vietnam. Dalam penilaian bulan lalu, Wanming Du, Kepala Bagian Kebijakan Indeks FTSE Russell menilai:

“Dalam indeks modal FTS tentang pasar negara berkembang, kami memprediksi Vietnam akan menduduki 0.3 persen. Ini bukanlah angka kecil apabila diperhitungkan struktur indeks ini. Di Asia prosentase Vietnam hanya setelah Filipina, di dunia posisi Vietnam lebih tinggi dibandingkan dengan pasar Kolombia dan Republik Ceko”.

Sementara itu, Bank HSBC memperkirakan ada sekitar 3,4 miliar USD akan masuk ke pasar Vietnam. Sekarang ada sekitar 38 persen dana investasi Asia dan 30 persen dana global untuk pasar negara berkembang sudah memegang saham Vietnam. Indeks VN-Index sudah meningkat 33 persen pada tahun ini, mencapai rekor berkat pertumbuhan ekonomi yang kuat dan harapan akan peningkatan status tersebut.