Menlu G7 yang meliputi Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, Amerika Serikat dan Utusan Senior Uni Eropa mengutuk keras uji coba rudal RDRK pada tgl 31 Oktober setelah peluncuran-peluncuran lain yang menggunakan teknologi rudal balistik.
Pernyataan Menlu G7 menuduh RDRK secara terus-menerus mendorong kemampuan nuklir dan rudal balistik secara ilegal serta mengeskalasi kegiatan-kegiatan yang menimbulkan destabilitas. Pernyataan ini juga mengulangi imbauan denuklirisasi sepenuhnya di Semenanjung Korea dan meminta RDRK menghapuskan semua senjata nuklir beragai program nuklir yang sedang ada serta senjata pemusnah massal, program-program rudal balistik pun secara sepenuhnya, bisa dicek, dan tidak bisa dibalikkan sesuai dengan semua resolusi terkait dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
