Kegiatan SAR sedang dilakukan di Provinsi Gansu (Foto: Xinhua/VNA)

Di provinsi tetangganya, Qinghai, tercatat 14 orang tewas dan 198 orang luka-luka. Gempa bumi tersebut juga menghancurkan 155.000 rumah. Ini merupakan gempa bumi yang menimbulkan kerugian jiwa yang paling parah di Tiongkok sejak tahun 2014, ketika lebih dari 600 orang meninggal dunia di provinsi Yunnan.

Pada Selasa (19 Desember), ketika sedang mengunjungi Tiongkok, Perdana Menteri Rusia, Mikhail Mishustin, menyatakan bahwa negaranya siap membantu Tiongkok mengatasi akibat gempa bumi melalui Kementerian Situasi Darurat Rusia. Pada hari yang sama, menurut Kementerian Luar Negeri Jepang, Perdana Menteri negara ini, Fumio Kishida juga menyampaikan telegram belasungkawa kepada keluarga para korban dalam gempa bumi dan menyatakan, Tokyo siap memberikan bantuan yang perlu kepada Tiongkok.