Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, pada hari yang sama mengunjungi La Guaira, wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat gempa dan telah ditetapkan sebagai “zona bencana”. Di wilayah tersebut, operasi pencarian dan penyelamatan menghadapi berbagai kendala, termasuk pemadaman listrik, keterbatasan tenaga penyelamat yang terlatih, serta minimnya peralatan pendukung.
Dalam situasi tersebut, berbagai tim penyelamat internasional mulai bergerak cepat menuju Venezuela untuk memberikan bantuan. Amerika Serikat mengerahkan dua kapal perang, pesawat angkut, helikopter, tim pencarian dan penyelamatan, serta mengalokasikan bantuan senilai 150 juta dolar AS.
Dari Meksiko, sebuah tim penyelamat militer yang terdiri atas 250 personel penyelamat dan tenaga medis telah diberangkatkan ke Venezuela untuk membantu penanganan dampak bencana atas permintaan pemerintah di Caracas. Selain itu, negara-negara tetangga seperti Chile dan Kolombia, serta sejumlah negara Eropa seperti Jerman, Swiss, Belanda, dan Republik Ceko, juga mengumumkan akan mengirimkan tim penyelamat beserta bantuan kemanusiaan ke Venezuela.
Pada hari yang sama, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyatakan sedang mempersiapkan penyediaan tempat penampungan darurat, air bersih, fasilitas sanitasi, layanan kesehatan, serta berbagai kebutuhan pokok nonpangan bagi keluarga yang terdampak. Organisasi tersebut juga akan mendukung upaya untuk memastikan warga yang mengungsi memperoleh perlindungan dan bantuan yang diperlukan. Sementara itu, Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) telah mengalokasikan dana sebesar 2,5 juta dolar AS guna mendukung upaya pemulihan di Venezuela.
