Berdasarkan data resmi terbaru, bencana gempa bumi tersebut telah menewaskan lebih dari 1.700 orang dan melukai lebih dari 5.000 orang. Juru bicara WHO, Christian Lindmeier, menyatakan bahwa fasilitas kesehatan di Venezuela saat ini beroperasi melebihi kapasitas akibat lonjakan jumlah pasien cedera yang membutuhkan perawatan.

WHO juga memperingatkan risiko merebaknya penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi, seperti campak dan difteri, mengingat tingkat cakupan imunisasi di Venezuela memang sudah rendah bahkan sebelum gempa terjadi. Selain itu, negara tersebut juga menghadapi ancaman meningkatnya penyakit yang ditularkan melalui nyamuk maupun air, seperti demam kuning, malaria, demam berdarah dengue, penyakit akibat virus chikungunya, dan virus Zika.

Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menyatakan bahwa sebanyak 38 rumah sakit terdampak akibat gempa bumi, sementara rumah sakit lainnya masih tetap beroperasi, namun dalam kondisi kelebihan kapasitas. Selain itu, penerapan langkah-langkah keamanan hayati mengalami gangguan, sedangkan tenaga kesehatan berada dalam kondisi kelelahan akibat beban kerja yang sangat berat.