Dalam pernyataan yang diajukan pada Jumat (23/8), Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) John Kirby mengatakan perundingan di Kairo telah mencapai kemajuan, dan mendesak Israel dan Hamas untuk bekerja sama dan menuju ke implementasinya.
Namun, pihak Hamas tidak ikut serta pada perundingan kali ini. Sementara itu, Osama Badran, seorang pejabat Hamas, mengatakan bahwa permintaan Perdana Menteri Netanyahu tentang pengontrolan koridor Philadelphia mencerminkan "penolakan Israel untuk mencapai kesepakatan akhir".
Dalam perkembangan lainnya, pada hari yang sama, pertempuran sengit lintas batas terus terjadi antara tentara Israel dan pasukan Hezbollah Lebanon. Serangan udara Israel di Lebanon telah menewaskan sedikitnya delapan anggota Hezbollah, menandai salah satu hari yang Hezbollah menderita kerugian terbesar sejak awal pertempuran yang terjadi lebih dari 10 bulan ini. Yang patut diperhatikan, banyak wilayah di Lebanon juga menjadi sasaran serangan angkatan udara Israel untuk pertama kalinya setelah lebih dari 10 bulan konflik merebak.
Hezbollah membalas serangan udara Israel dengan banyak serangan rudal keras ke sebelah Utara dari Israel.
