(VOVworld) – Pada Selasa (4 Maret), Pengadilan urusan masalah-masalah darurat Mesir memutuskan melarang semua aktivitas dan menyita properti milik gerakan Islam Hamas dari Palestina di Mesir. Gerak-gerik ini dianggap akan memperumit lebih lanjut lagi hubungan yang memang sudah tegang antara Mesir dan Jalur Gaza selama ini, tempat yang sedang dikontrol Hamas. Keputusan tersebut dikeluarkan pengadilan setelah ada surat gugatan dari seorang pengacara Mesir yang meminta supaya memasukkan Hamas ke dalam daftar “kelompok-kelompok teroris”, serta berpendapat bahwa gerakan ini menyebabkan kerugian terhadap keamanan nasional Mesir. Kairo menuduh para pembangkang Hamas yang telah melakukan serentetan serangan di wilayah Mesir selama beberapa tahun ini, bersamaan itu memberikan bantuan aktif kepada Organisasi Ikhwanul Muslimin pimpinan Presiden Mesir yang terguling, Mohamed Morsi.

Hamas tidak beraktivitas di Mesir
(Foto: baomoi.com)
