al-Hayya adalah salah satu pemimpin senior Hamas yang paling berpengaruh. Sebelum terpilih sebagai pemimpin, ia mengepalai Kantor Politik Hamas di Jalur Gaza sekaligus merupakan kepala perunding gerakan tersebut dalam negosiasi dengan Israel mengenai kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran sandera di Jalur Gaza.

Setelah kematian pemimpin Hamas, Yahya Sinwar pada tahun 2024, gerakan tersebut dipimpin oleh dewan kepemimpinan beranggotakan lima orang, dengan al-Hayya sebagai anggota kunci. Terpilihnya al-Hayya sebagai pemimpin menunjukkan bahwa ia akan secara resmi mengambil alih kepemimpinan semua kegiatan politik Hamas pada tahap mendatang.