Rumah hancur setelah serangan roket dari Lebanon, di Kiryat Shmona, Israel utara. Foto:Xinhua/VNA |
Setelah serentetan ledakan pager yang menewaskan setidaknya 12 orang dan melukai lebih dari 2.700 orang, Hezbollah menuduh Israel berdiri di belakang ledakan pager, bersamaan itu menyatakan telah melakukan serangan roket terhadap barak-barak terdepan Israel di kawasan yang berbatasan dengan Lebanon.
Pada hari yang sama, Perusahaan Glod Apollo di Taiwan (Tiongkok) dan mitranya di Hungaria yakni Perusahaan BAC Consulting KFT mengumumkan tidak memproduksi arus pager yang meledak secara serempak di Lebanon. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken juga menolak laporan-laporan tentang perihal negara ini mendapatkan informasi sebelumnya tentang serangan di Lebanon.

