![]() |
Ketika berbicara di depan jumpa pers di Teheran, Ibukota Iran, Yukiya Amano membenarkan bahwa permufakatan-permufakatan yang bersangkutan dengan nuklir Iran dalam kerangka JCPOA sedang dilaksanakan.
JCPOA ditandatangani pada 7/2015, menurut itu Iran membatasi aktivitas-aktivitas mengayakan uranium untuk ditukar dengan penghapusan sanksi-sanksi internasional. IAEA merupakan badan yang mengawasi pembatasan program nuklir Iran menurut JCPOA. Terhitung sampai sekarang ini, badan ini telah 8 kali mengeluarkan laporan yang semuanya juga membenarkan bahwa Iran menaati permufakatan nuklir dengan kelompok P5+1. Namun, permufakatan ini sedang ada bahaya mengalami keruntuhan karena ketegangan-ketegangan antara AS dan Iran baru-baru ini. Presiden AS, Donald Trump pada tanggal 23/10 telah menolak pembenaran bahwa Iran menaati permufakatan nuklir yang telah dicapai dengan Kelompok P5+1 dan menyerukan kepada negara-negara lain supaya mengenakan sanksi-sanksi baru terhadap Teheran.

