Menurut Kantor Berita Inggris “Reiters”, dalam laporan triwulanan kepada negara-negara anggota, IAEA memberitahukan bahwa hampir dua bulan setelah melebihi dua batas tersebut, sekarang Iran telah memupuk 241,6 kg uranium pengayaan dan meningkatkan pengayaan uranium ke 4,5%. Tetapi, tetap jauh lebih rendah dari tarap 20% yang dicapai oleh Iran pada saat sebelum permufakatan nuklir ditandatangani, ada kira-kira 90% jumlah uranium ini dianggap sebagai bahan untuk memperoduksi senjata.

Selain itu, menurut IAEA, jumlah cadangan air berat Iran sampai tanggal 1 Agustus lalu mencapai 125,5 ton, di bawah pagu 130 ton menurut permufakatan nuklir.