Laporan tersebut memprediksikan bahwa GDP di kawasan Asia Tenggara pada 2020 akan turun 4,2%, bersamaan itu menilai bahwa pemulihan aktivitas ekonomi di kawasan ini pada triwulan-triwulan mendatang tetap belum stabil, khususnya pada triwulan IV 2020. Konkretnya ialah, perekonomian-perekonomian yang mengendalikan wabah secara baik seperti Thailand dan Vietnam akan pulih lebih kuat dari negara-negara seperti Indonesia dan Filipina. Kedua negara ini sedang bergulat menghadapi gelombang penularan wabah Covid-19 yang baru setelah langkah-langkah pembatasan dilonggarkan.