Negara-negara telah mengalokasikan lebih dari 16.000 miliar USD untuk mengatasi akibat pandemi Covid-19, pada pokoknya dengan bentuk memberi bantuan keuangan darurat kepada para pekerja dan badan-badan usaha. Namun, menurut laporan yang memantau pemulihan yang berkelanjutan dari IEA, hanya ada 380 miliar USD diperuntukkan bagi penggelaran proyek-proyek energi bersih. Badan ini menyatakan bahwa kalau pemerintah semua negara menggelarkan rencana pengeluaran seperti itu, jumlah emisi gas karbon di seluruh dunia akan meningkat sehingga capai rekor pada tahun 2023 dan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya.
