Konkretnya, menurut IEA, pertumbuhan permintaan minyak tambang pada tahun 2025 sedikit berubah dari bulan ke bulan, diprakirakan meningkat 990.000 barel/hari pada tahun depan. IEA memberitahukan, permintaan minyak tambang dunia meningkat kurang dari 1 juta barel/hari pada tahun ini, setelah meningkat hampir 2 juta barel/hari pada tahun lalu.
IEA menganggap bahwa keseimbangan penawaran-permintaan saat ini menunjukkan, meskipun OPEC+ mempertahankan pemangkasan hasil produksi, tapi sumber pasokan tetap melebihi permintaan minyak tambang sebesar lebih dari 1 juta barel per hari pada tahun depan, karena Amerika Serikat, Kanada, Guyana, dan Argentina mencapai hasil eksploitasi yang lebih tinggi.
