Persentase kaum perempuan yang bisa mendekati lapangan kerja jelas lebih sedikit terbanding dengan kaum pria. (Foto:anninhthudo.vn)

Namun, satu penilaian yang dilaksanakan pada tahun 2017 dalam kerangka laporan yang diumumkan setelah 5 tahun bekerja menurut gagasan memperingati HUT ke-10 berdirinya ILO (1919-2019) tentang kaum perempuan dengan kerja telah memberikan kesimpulan bahwa 70% jumlah perempuan lebih suka pergi bekerja dari pada tinggal di rumah pada saat hanya ada 45,3% jumlah perempuan yang direkrut kalau dibandingkan dengan persentase 70% kaum pria. Selama hampir 30 tahun, kesenjangan ini hanya berkurang 2%. Seorang pejabat ILO Shauna Olney mengatakan: “Kita perlu melihat bahwa ini merupakan satu kenyataan yang sungguh-sungguh pantas dikhawatirkan”.

Sedangkan menurut hemat Ibu Manuela Tomei, Direktur urusan kesetaraan gender di ILO, kebijakan-kebijakan yang diajukan juga berpengaruh secara berarti, khusus di perekonomian-perekonomian sedang berkembang sangat cepat. Basis-basis perawatan anak atau sponsor sosial juga telah memberikan sumbangan aktif dalam menciptakan keuntungan kepada kaum perempuran untuk ikut serta pada pasar tenaga kerja.