Konkretnya, IMF memprakirakan perekonomian dunia akan mengalami pertumbuhan 3,2% pada tahun ini, tidak berubah dibandingkan dengan prakiraan pada bulan April.

Menurut IMF, Tiongkok dan India berencana akan mendorong aktivitasnya di Asia. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok tahun ini disesuaikan ke taraf 5% dan angka ini untuk India diprakirakan mencapai 7%. Eurozone juga sedang menunjukkan indikasi pemulihan.

Namun, meski banyak negara mengalami pertumbuhan yang lebih baik dari prakiraan dalam 6 bulan pertama tahun ini, IMF telah menurunkan prakiraan pertumbuhan ekonomi AS tahun ini menjadi 2,6%, 0,1 poin persentase lebih rendah dibandingkan prakiraan bulan April. Sementara itu, perekonomian Jepang diprakirakan tumbuh 0,2 poin persentase lebih rendah dari prakiraan 0,7% tahun ini. Menurut IMF, penyebab utamanya ialah gangguan sumber pasokan sementara dan lemahnya investasi swasta pada triwulan pertama tahun ini.