Menurut itu, pertumbuhan ekonomi global akan mencapai tarap 3,9% pada tahun 2018 dan tahun 2019, meningkat 0,2% terbanding dengan prakiraan terkini pada bulan 10/2017.
![]() |
Namun, pada laporan terkini tentang Prospek Ekonomi Dunia, IMF memperingatkan bahwa pertumbuhan AS bisa mulai menjadi lemah setelah tahun 2022 karena langkah-langkah stimulus pengeluaran sementara yang dikeluarkan oleh kebijakan pemangkasan pajak mulai habis daya-guna-nya. Menurut ekonom papan atas dari IMF, Maurice Obsstfeld, langkah-langkah pemangkasan pajak bisa menimbulkan defisit necara transaksi berjalan, mata uang USD akan menjadi kuat dan berpengaruh terhadap sumber-sumber investasi internasional.
IMF menilai bahwa perekonomian-perekonomian global yang sedang pulih secara simultans bahkan menjadi lebih kuat terbanding tarap yang diprakirakan dan karena rencana memangkas pajak AS, pemulihan bisa meledakkan kembali pada watu pendek. Hampir semua prakiraan pertumbuhan pada dua tahun 2018 dan 2019 juga direvisi meningkat terbanding dengan prakiraan sebelumnya. Oleh karena itu, IMF memperingatkan bahwa pasar-pasar keuangan yang sedang berlimpah-limpah sangat mungkin menjadi berbalik setelah saat pertumbuhan yang kuat.

