Menurut IMF, selain menciptakan arus-arus pengungsi yang bersejarah, konflik tersebut sedang membuat peningkatan harga bahan makanan dan energi, mendorong inflasi dan menurun nilai pendapatan, bersamaan itu, menganggu perdagangan, rantai pasokan dan remintan di negara-negara tetangga Ukraina. IMF juha meminta perhatian bahwa konflik di Ukraina bisa menurunkan kepercayaan bisnis dan menciptakan ketidakpastian terhadap para investor, hal itu akan mengurangi harga harta benda, mengikat syarat-syarat keuangan dan bisa mengaktifkan arusan modal ke pasar-pasar yang muncul.
Para pejabat IMF memberitahukan akan mengurangi prakiraan pertumbuhan ekonomi global pada 2022 yang dikeluarkan sebelumnya di taraf 4,4 persen. IMF berencana mengeluarkan rancangan-rancangan laporan update pada 19 April mendatang.
