Pernyataan IMF memberitahukan bahwa meskipun taraf prediksi turun hanya 0.1 persen tetapi bagi beberapa negara konkret, taraf prediksi pertumbuhan menurun lebih jelas. Menurut IMF, kegiatan produksi global telah tertunda akibat masalah-masalah dalam rantai pasokan, situasi kekurangan unsur-unsur penting seperti peralatan semi-kondukter dan penutupan pelabuhan, kekurangan kendaraan pengangkutan barang, kekurangan tenaga kerja. Ketidaksetaraan pemasokan-permintaan telah membuat peningkatan harga dan inflasi.
IMF juga memperingatkan kesenjangan serius tentang prospek ekonomi akibat “ketidakseimbangan besar tentang vaksin” ketika 96 persen penduduk di negara-negara yang berpendapatan rendah belum disuntik sehingga pertumbuhan lebih rendah pada waktu panjang, kelaparan dan kemiskinan meningkat serta bahaya inflasi juga melonjak.
