Para obyek tersebut adalah anggota Jama’ah Anshorut Daulah (JAD), kelompok jihad yang menyatakan kesetiaannya kepada organisasi IS di Suriah.

Sebelumnya, kepala kepolisian Provinsi Sumatra Utara, Agus Andrianto, pada Selasa (19 November), telah memberitahukan bahwa JAD sedang berencana membentuk satu negara sendiri yang terpisah dari Indonesia dan melakukan serangan-serangan untuk menimbulkan gema.