Paket stimulus ekonomi tersebut meminimalkan dampak dari pandemi Covid-19 terhadap para SOE dan MSME (Foto: AFP/VNA) |
Ketika berbicara di depan jumpa pers pada Senin (18/5), Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati memberitahukan bahwa program pemulihan ekonomi nasional yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia akan memperkuat bantuan kepada jaring pengaman sosial, memberikan prioritas-prioritas pajak, menggelontorkan modal kepada para SOE dan membebaskan atau mengurangi suku bunga kredit kepada para MSME.
Menurut dia, semua upaya ini bertujuan menstimulasi penawaran dan permintaan untuk memulihkan ekonomi. Dengan skala paket stimulus tersebut, menurut rencana, defisit APBN Indonesia tahun ini akan bertambah menjadi 6,27% GDP, lebih tinggi dari pada rencana semula 5,07% GDP.

