Konkretnya, Juru Bicara PM Inggris memberitahukan bahwa dalam perbincangan dengan PM Angela Merkel pada Selasa pagi (17 September), Pemimpin Inggris mengulangi bahwa negara ini dan Uni Eropa telah sepakat mendorong upaya untuk mencapai satu permufakatan tanpa ketentuan “back stop” untuk bisa mendapat dukungan Parlemen Inggris. PM Boris Johnson menyatakan bahwa dia akan berusaha dengan tekad dan vitalitas untuk mencapai permufakatan ini sebelum batas waktu terakhir Inggris meninggalkan Uni Eropa tanggal 31 Oktober mendatang. Juru bicara PM Inggris juga lebih mengatakan bahwa dua pemimpin berencana akan membahas masalah ini di sidang tahunan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada akhir bulan ini di New York, Amerika Serikat.