![]() |
Dalam insiden tersebut, kapal tanker minyak “Front Altair” milik Perusahaan Transportasi Norwegia telah terbakar setelah diserang pada saat sedang berada di jalan dari Qatar ke Taiwan (Tiongkok). Segera setelah itu, kapal tanker minyak “Kokula Courageous” milik Perusahaan Kokuka Sangyo yang berkantor di Tokyo (Jepang) juga terbakar pada saat sedang berada di jalan dari satu pelabuhan di Arab Saudi ke Singapura dan Thailand.
Beberapa jam setelah terjadi insiden tersebut, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo telah menyimpulkan bahwa Iran telah menyerang dua kapal tanker minyak tersebut, tapi tidak memberikan bukti. Kementerian Pertahanan AS setelah itu telah mengumumkan video yang dianggap merekam satu kapal patroli Iran yang sedang membongkar ranjau di kapal tanker minyak “Kokuka Courageous” milik Jepang.

