Dipimpin oleh Rektor ISI Bali, Prof. Dr. I Wayan Adnyana, delegasi Indonesia melangsungkan pertemuan dengan pimpinan VNAD guna membahas potensi kerja sama jangka panjang di bidang sosial budaya. Kemitraan ini menjajaki berbagai inisiatif bersama, mencakup program mobilitas mahasiswa dan dosen, pementasan kolaboratif, riset akademis di bidang seni pertunjukan tradisional, serta penyelenggaraan lokakarya bersama.

Sebagai langkah konkret awal, para mahasiswa ISI Bali menyelenggarakan lokakarya tari Bali intensif bagi para mahasiswa VNAD, yang memberikan pelatihan langsung terkait postur tradisional, gestur, ekspresi wajah, hingga koreografi.

“Kami berharap ISI Bali dapat berpartisipasi aktif dalam berbagai agenda kebudayaan mendatang di Hanoi,” tutur Duta Besar RI untuk Viet Nam, Y.M. Adam M. Tugio, dalam pertemuan delegasi di KBRI Hanoi.

Selaras dengan peningkatan status Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–Viet Nam, kerja sama ini menegaskan peran krusial diplomasi budaya serta pendidikan seni dalam mempererat persahabatan bilateral kedua negara.

Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Hanoi, delegasi ISI Bali turut menampilkan tarian tradisional Oleg Tamulilingan dan Daeng Nusantara pada Resepsi Diplomatik KBRI Hanoi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Tentara Nasional Indonesia.