Ketika berbicara di depan jumpa pers setelah sidang kabinet mingguan, PM Mahdi memberitahukan bahwa Pemerintah Irak “membantu Kementerian Permigasan menandatangani permufakatan dengan Grup Exxon Mobil dan Petro China sebesar 53 miliar USD dan ini merupakan satu proyek yang sangat besar”. Menurut itu, proyek tersebut “bersangkutan dengan pemompaan eir laut ke tambang-tambang minyak di Irak serta meningkatkan hasil produksi minyak tambang di dua tambang Nahr Bin Umar dan Artawi dari 100.000 sampai 125.000 barel perhari sekarang ini menjadi 500.000 barel perhari”. Dia menegaskan bahwa proyek tersebut akan menciptakan puluhan ribu lapangan kerja dan negara ini akan menerima kira-kira 400 miliar USD dalam waktu 30 tahun setelah permufakatan tersebut menjadi efektif.