Pernyataan tersebut dikeluarkan pada saat pembicaraan di Wina sedang berlangsung untuk memulihkan kesepakatan nuklir 2015 setelah AS secara sepihak menarik diri dari kesepakatan itu pada 2018. Jubir Kemenlu Iran mengatakan rancangan itu telah disusun dan telah mencapai solusi untuk sekitar 97% masalah-masalah yang ada. Namun, Iran mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan tersebut akan tidak terjadi secepatnya.