Mohammad Eslami mengatakan bahwa Iran terus mengayakan uranium dengan pagu maksimal sebanyak 60% dan akan mempertahankan pengayaan uranium menjadi 5% dan 20% meskipun negara-negara menghapuskan sanksi terhadap negara Islam ini.
Kesepakatan nuklir yang disebut Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) ditandatangani oleh Iran dan kelompok P5+1 (yaitu Inggris, Prancis, AS, Rusia, Tiongkok, dan Jerman) pada 2015. JCPOA menentukan bahwa Iran hanya dapat mengayakan uranium di 3,67%, lebih rendah dari taraf 20% yang telah dilakukan Iran sebelum kesepakatan tersebut ditandatangani. Tingkat pengayaan uranium untuk pembuatan senjata nuklir mencapai 90%. Perundingan-perundingan tentang nuklir Iran hingga saat ini belum memberikan banyak hasil yang positif.
