Kementerian Luar Negeri Iran juga menegaskan bahwa persiapan bagi dialog dengan AS sedang dilakukan secara giat dan negosiasi dapat berlangsung selama beberapa hari mendatang. Esmaeil Baqaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menekankan bahwa dialog tidak dapat ditunda lagi, karena kesepakatan awal bertujuan untuk mengakhiri konflik yang berlangsung hampir empat bulan antara AS dan Iran telah ditandatangani oleh kedua belah pihak. Ia juga mengimbau AS untuk mencegah Israel merusak perdamaian.
Pada hari yang sama, Badan Pengelola Maritim Iran mengumumkan bahwa kapal-kapal yang ingin melewati Selat Hormuz harus mengajukan permohonan 48 jam sebelumnya. Langkah ini bertujuan untuk menghindari kemacetan di kedua arah di Selat Hormuz, dan memastikan kelancaran arus pelayaran.
Sementara itu, pada Jumat (19 Juni), Israel dan Gerakan Hezbollah sepakat untuk melakukan gencatan senjata, setelah konflik antara kedua pihak bereskalasi di Lebanon. Kesepakatan gencatan senjata tersebut dimediasi oleh AS dan Qatar, dengan dukungan dari Iran.
