Foto satelit Maxar menunjukkan basis nuklir Sanjarian di Teheran Timur pada 15 Oktober 2020 (Foto: AFP/VNA) |
Dalam pernyataan yang dimuat di medsos, Duta Besar Iran di IAEA, Kazem Gharibabadi, menekankan bahwa pernyataan IAEA tanggal 26 September “tidak akurat dan berada di luar klausul-klausul dalam kesepakatan antara dua pihak”. Menurutnya, dalam pembahasan-pembahasan di Teheran dan Wina, Iran telah menunjukkan bahwa peralatan-peralatan pengawasan IAEA di kompleks basis nuklir TESA Karaj tidak berada dalam kesepakatan.
Pada sidang Direksi IAEA di Wina pada 27 September, Uni Eropa telah mengeluarkan pernyataan untuk mendesak Iran mengizinkan para inspektur badan ini untuk segera mendekati basis-basis nuklir.

