Direktur Jenderal IAEA, Rafael Mariano Grossi (Foto: Xinhua/VNA) |
Dalam naskah tertanggal 11 Juni, Perutusan Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Wina, Austria menegaskan bahwa negara ini terus melakukan kerjasama secara aktif dengan badan inspeksi nuklir PBB dalam waktu 2 bulan ini untuk mencapai pengertian bersama dan bisa membuka jalan bagi pemecahan masalah-masalah yang bersangkutan. Iran menganggap bahwa usulan-usulan pendekatan tersebut berdasarkan “informasi fabrikasi” dan menuduh Amerika Serikat dan Israel berupaya meningkatkan tekanan terhadap IAEA. Iran menyesalkan dan merasa kecewa terhadap laporan terkini IAEA tersebut.

