Menurut laporan media, delegasi tersebut dikepalai oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Kedua tokoh ini sebelumnya juga telah berpartisipasi dalam perundingan langsung di Pakistan pada bulan April lalu.

Putaran perundingan antara Iran dan AS di Qatar tersebut sedang menarik perhatian dunia setelah Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Marco Rubio mengisyaratkan bahwa sebuah kesepakatan dapat tercapai. Namun, pernyataan baik dari Teheran maupun Washington kemudian meredam optimisme mengenai kesepakatan yang cepat.

Dalam konferensi pers, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan pendirian bahwa Iran akan terus mengelola lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz dengan memungut biaya layanan. Sementara itu, di media sosial, Presiden AS, Donald Trump meminta para perunding negaranya untuk tidak terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. Ia juga mengimbau negara-negara mayoritas Muslim di seluruh Timur Tengah dan sekitarnya untuk menormalisasi hubungan dengan Israel sebagai bagian dari kesepakatan damai di kawasan.

Menurut berbagai sumber berita diplomatik, Washington dan Iran sedang menyusun rancangan MoU guna memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari dan membuka kembali Selat Hormuz.