Sebelumnya, IRGC telah menuduh bahwa “pasukan-pasukan keamanan Pakistan” mendukung para anasir yang merembes wilayah Iran untuk melakukan serangan bom bunuh diri, bersamaan itu memperingatkan bahwa Iran akan memberikan balasan kalau Pakistan tidak mengenakan sanksi terhadap para anasir yang melakukan serangan ini.
Serangan bom ini terjadi pada tanggal 13/2, menyasar pada satu bus yang mengangkut para serdadu IRGC di kota Isfahan, Provinsi Sistan-Baluchistan, Iran Tetangga. Ini merupakan salah satu di antara serangan-serangan yang paling berlumuran darah terhadap pasukan keamanan Iran selama beberapa tahun ini. Kelompok mujahidin Jaish al-Adl telah mengakui melakukan serangan ini. Iran menganggap bahwa berbagai kelompok pembangkang bersembunyi di Pakistan untuk melakukan aktivitas pemberontakan dan Teheran telah berulang kali berseru kepada Islamabad supaya menindas berbagai kelompok ini.
