Dia juga menyampaikan komentar tersebut di Finlandia setelah mengadakan pembicaraan dengan Menlu negara tuan rumah, Pekka Haavisto yang telah menegaskan bahwa Eropa sedang berupaya sekuat tenaga untuk menyelamatkan permufakatan dengan nama Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
Ketika mengungkapkan penangkapan tanker Grace 1 (yang sekarang diganti menjadi Adrian Darya 1) yang dilaksanakan oleh Gibraltar, Menlu Mohammad Javad Zarif menyatakan bahwa penangkapan tanker tersebut merupakan ilegal. Dia juga menuduh perintah penangkapan AS terhadap tanker ini membawa motivasi politik. Pada hari yang sama media memberitakan bahwa tanker Adrian Darya 1 telah meninggalkan Gilbraltar berangkat menuju ke Kalamata di Yunani.
