![]() |
Dia memberitahukan bahwa Pemerintah pimpinan Presiden AS, Donald Trump bisa mendorong dialog dengan menaati permufakatan nuklir yang telah ditandatangani antara Iran dengan Kelompok P5+1 pada tahun 2015 serta menghentikan pengenaan sanksi sefihak-hal yang selalu dianggap oleh Washington sebagai tindakan yang sah.
Diplomatis papan atas Iran menilai bahwa perihal Washington secara mendadak menarik keluar dari permufakatan nuklir yang pernah menjadi hasil yang dicapai selama dua tahun melaksanakan perundingan, telah menciptakan kesangsian terhadap prospek AS melaksanakan permufakatan-permufakatan internasional yang lain. Tentang kemungkinan Iran menarik keluar dari permufakatan nuklir, Menlu Mohammad Javad Zarif memberitahukan bahwa Teheran perlu mempertimbangkan kepentingan-kepentingan politik dan ekonomi dari dipertahanannya permufakatan tersebut.

