(VOVworld) - Iran telah memecat seorang pejabat keamanan senior Safar Ali Baralou karena dia tidak bisa mencegah para demonstran menyerang Kedutaan Besar dan Konsulat Arab Saudi di ibukota Teheran dan kota Mashhad, sehingga Riyadh menyatakan pemutusan hubungan diplomatik dengan Teheran.
Demontrasi di ibukota Baghdad (Irak) memprotes keputusan mengeksekusi ulama Nimr
(Foto: AFP/Kantor Berita Vietnam)
Dalam pernyataannya, hari Minggu malam (10/1), Kementerian Dalam Negeri Iran memberitahukan bahwa pemecatan Baratlou, Wakil Gubernur provinsi Teheran urusan masalah-masalah keamanan telah dipertimbangkan secara teliti. Menurut Kementerian tersebut, beberapa laporan penyelidikan permulaan menunjukkan sudah ada kesalahan-kesalahan yang mengakibatkan adanya serangan terhadap Kedutaan Besar Arab Saudi, bersamaan itu menegaskan akan meninjau kesalahan-kesalahan dan faktor-faktor meski yang sekecil-kecilnya yang mengakibatkan timbulnya kasus tersebut. Nimr al NimrHubungan antara Riyadh dan Teheran menjadi tegang setelah Arab Saudi mengeksekusi 47 orang, pada 2/1 yang dituduh bersangkutan dengan terorisme, diantaranya ada ulama sekte Syiah, Nimr al Nimr, sehingga meledaklah demonstrasi-demonstrasi untuk memprotes Arab Saudi di negara-negara yang berpenduduk mayoritas orang Muslim sekte Syiah.
Demontrasi di ibukota Baghdad (Irak) memprotes keputusan mengeksekusi ulama Nimr
(Foto: AFP/Kantor Berita Vietnam)Dalam pernyataannya, hari Minggu malam (10/1), Kementerian Dalam Negeri Iran memberitahukan bahwa pemecatan Baratlou, Wakil Gubernur provinsi Teheran urusan masalah-masalah keamanan telah dipertimbangkan secara teliti. Menurut Kementerian tersebut, beberapa laporan penyelidikan permulaan menunjukkan sudah ada kesalahan-kesalahan yang mengakibatkan adanya serangan terhadap Kedutaan Besar Arab Saudi, bersamaan itu menegaskan akan meninjau kesalahan-kesalahan dan faktor-faktor meski yang sekecil-kecilnya yang mengakibatkan timbulnya kasus tersebut. Nimr al NimrHubungan antara Riyadh dan Teheran menjadi tegang setelah Arab Saudi mengeksekusi 47 orang, pada 2/1 yang dituduh bersangkutan dengan terorisme, diantaranya ada ulama sekte Syiah, Nimr al Nimr, sehingga meledaklah demonstrasi-demonstrasi untuk memprotes Arab Saudi di negara-negara yang berpenduduk mayoritas orang Muslim sekte Syiah.
