Peningkatan taraf mengayakan uranium sedang meningkatkan konfrontasi militer antara Iran dan Amerika Serikat (AS) dan Iran bisa dikenai kembali sanksi-sanksi internasional.
Dalam satu perkembangan yang bersangkutan, pada pembicaraan telepon dengan timpalannya dari Perancis, Emmanuel Macron, Presiden Iran, Hassan Rouhani, pada Sabtu (06 Juli), telah mengutuk sanksi-sanksi AS terhadap Iran sebagai “tindakan teror”, bersamaan itu mendesak Uni Eropa lebih berupaya mempertahankan permufakatan nuklir Iran dengan nama Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) di mana AS telah menarik diri lebih dari setahun ini. Pada pihaknya, Presiden Emmanuel Macron menyatakan “kekhawatiran yang mendalam tentang kelemahan yang baru” dari permufakatan JCPOA, bersamaan itu memperingatkan bahwa hal itu akan menimbulkan akibat yang serius.
Sekarang Presien Emmanuel Macron sedang berupaya mengadakan kembali dialog antara Iran dan para mitra Barat sebelum tanggal 15/7. Dia akan mempertahankan dialog dengan Pemerintah Iran dan semua pihak bersangkutan yang lain untuk “berkomitmen mengurangi ketegangan yang bersangkutan dengan masalah nuklir Iran”.
