Namun, dia memperingatkan keruntuhan JCPOA bisa menimbulkan akibat terhadap kestabilan di kawasan.
![]() |
Pernyataan Deputi Menlu Abbas Araghchi dikeluarkan hanya beberapa hari setelah Media AS memberitakan bahwa Presiden AS, Donald Trump ada banyak kemungkinan akan memutuskan menarik sepenuhnya dari JCPOA pada tanggal 13/1/2018. Menurut dia, Kementerian Luar Negeri Iran dan Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) telah menerima instruksi-instruksi tentang cara menghadapi penarikan AS dari permufakatan nuklir ini. Namun, Deputi Menlu Iran tidak membocorkan informasi tentang instruksi-instruksi ini.
JCPOA ditandatangani oleh Iran dengan Kelompok P5+1 (termasuk Inggris, Tiongkok, Perancis, Rusia, AS plus Jerman) pada bulan 7/2015 pada masa bakti mantan Presiden AS, Barack Obama. Menurut permufakatan ini, Teheran telah membatasi aktivitas-aktivitas mengayakan uranium untuk diganti dengan penghapusan sanksi-sanksi internasional.

