![]() |
Sebelum para fihak menandatangani JCPOA, basis nuklir di bawah tanah Fordow di Iran Tengah digunakan untuk mengayakan 20% uranium. Akan tetapi, setelah permufakatan ini ditandatangani, Iran telah menghentikan semua aktivitas pengayaan uranium di Fordow dan mengubah basis ini menjadi satu pusat penelitian.
Pada pekan lalu, pemimpin AEOI, Ali Akbar Salehi memberitahukan bahwa Teheran telah mengembangkan infrastruktur yang perlu di basis nuklir Natanz untuk mengayakan uranium dengan kapasitas sejuta SWU.

