Anggota Komisi Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional dari Parlemen Iran, Morteza Safari Natanzi (Foto: Mehr News)

Kantor Berita “Mehr” dari Iran mengutip kata-kata Morteza Saffari Natanzi yang menyerukan kepada negara-negara Eropa peserta penandatanganan permufakatan nuklir sejak 2 tahun lalu supaya membela permufakatan ini dalam menghadapi minat AS yang merusak permufakatan ini. Dia menyatakan bahwa Negara Republik Islam Iran akan mendorong aktivitas menggayakan uranium sampai taraf 20% dan akan memulihkan program nuklir-nya di tingkat sebelum saat JCPOA ditandatangani kalau permufakatan ini dihapuskan.

Sebelumnya, pada tanggal 13/10, Presiden AS, Donald Trump telah menolak membenarkan Iran menaati permufakatan nuklir yang telah dicapai oleh Teheran dan Kelompok P5+1 (yang meliputi 5 negara anggota Dewan Tetap Perserikatan Bangsa-Bangsa yaitu Inggris, AS, Perancis, Rusia, Tiongkok plus Jerman).