Presiden Iran, Hassan Rouhani (Foto: AFP/VNA)

JCPOA bisa mengalami keruntuhan setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada bulan Mei lalu menyatakan AS menarik diri dari permufakatan ini. Gedung Putih juga memutuskan menjalankan kembali sanksi-sanksi yang telah dihapuskan terhadap Iran.

Sementara itu, Iran meminta kepada negara-negara Eropa supaya mengeluarkan langkah-langkah ekonomi baru untuk mengatasi dampak yang timbul dari pengenaan sanksi AS.

Sekarang negara-negara Eropa peserta permufakatan JCPOA tetap berupaya menyelamatkan permufakatan ini karena mengganggap ini sebagai peluang sebaik-baiknya untuk mencegah Teheran mengembangkan bom atom. Namun, negara-negara Eropa memperingatkan bahwa kalau Teheran tidak menaati secara lengkap aturan-aturan JCPOA, mereka juga akan terpaksa menarik diri permufakatan dan mengenakan sanksi terhadap Teheran seperti tindakan AS.