Presiden Iran, Hassan Rouhani (Foto :AFP/VNA)

Presiden Hassan Rouhani mengatakan bahwa permufakatan nuklir internasional atau yang disebut Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), akan tetap utuh, tidak berubah dan tidak bisa dirundingkan kembali. Keputusan Presiden Donald Trump yang tidak mengkonfirmasikan bahwa Iran menaati JCPOA akan mengisolasi AS dengan negara-negara peserta penandatanganan yang masih berkomitmen melakukan permufakatan ini.

Opini Umum dunia telah memberikan reaksi berbeda-beda di sekitar keputusan Donald Trump terserbut. Dalam satu pernyataan bersama, pemimpin Perancis, Inggris dan Jerman memperingatkan bahwa perihal AS melaksanakan tindakan tersebut bisa menimbulkan kerugian terhadap permufakatan nuklir yang dicapai dengan kelompok P5+1.

Kemlu Rusia mengeluarkan pernyataan pada Jumat (13/10) yang menegaskan bahwa keputusan Donald Trump tersebut tidak berpengaruh langsung terhadap pelaksanaan permufakatan tersebut, tapi hal ini bertentangan dengan semangat permufakatan.

Wakil senior urusan kebijakan hubungan luar negeri Uni Eropa, Ibu Federica Mogherini pada hari yang sama juga menegaskan bahwa AS tidak bisa dengan sefihak menghapuskan permufakatan nuklir Iran. Sementara itu, Israel, Arab Saudi menyambut kebijakan baru AS terhadap Iran.