Begitulah pernyataan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Mohammad Javad Zarif yang dikeluarkan pada Kamis (29 Agustus), hanya sehari setelah AS mendesak negara Islam ini supaya ikut serta pada perundingan. Menurut diplomat Iran, kalau AS menginginkan kembali kamar perundingan, maka terus menaati permufakatan nuklir yang telah ditandatangani antara Teheran dan Kelompok P5+1 (yaitu Inggris, Perancis, Rusia, Tiongkok, AS plus Jerman) atau Rencana Aksi Bersama Menyeluruh (JCPOA).