
Presiden Iran, Hassan Rouhani
(Foto: AFP/vietnamplus.vn)
Pada Minggu (2 Agustus), ketika berpidato di depan di TV Negara, Presiden Iran, Hassan Rouhani beranggapan bahwa permufakatan nuklir menunjukkan bahwa diplomasi dan keterikatan merupakan cara yang satu-satunya untuk menangani masalah-masalah politik dan menghentikan krisis. Menurut permufakatan nuklir terkahir antara Iran dengan negara-negara adi kuasa, Iran akan mempersempit program pengayaan uranium dan membolehkan inspeksi terhadap semua instalasi nuklir yang dimiliki negara ini, sebagai imbalannya semua sanksi tentang ekonomi dan keuangan terhadap Iran akan selangkah demi selangkah dihapuskan. Kongres Amerika Serikat dan Parlemen Iran akan melakukan pemungutan suara untuk mengesahkan permufakatan nuklir dalam waktu beberapa bulan mendatang.
