Ini merupakan kali kedua dalam beberapa hari Iran mengeluarkan peringatan bersifat ancaman terhadap negara-negara di kawasan. Pada akhir pekan lalu, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaee, juga menyatakan bahwa setiap negara di kawasan yang turut serta dalam kampanye tekanan ekonomi AS terhadap Iran akan menghadapi konsekuensi yang dahsyat.

Menurutnya, Iran dapat menyerang tidak hanya kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz, melainkan juga jalur ekspor minyak lainnya di kawasan Teluk Persia, jika negara-negara tetangga ikut menerapkan sanksi AS terhadap Iran.

Pada hari yang sama, Kementerian Keuangan AS mengumumkan perluasan ancaman pemberlakuan sanksi sekunder terhadap organisasi dan negara yang terus melakukan transaksi dengan Iran, dengan fokus pada lima sektor, yaitu aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa langkah-langkah baru tersebut merupakan bagian dari kampanye yang oleh pemerintahan Presiden Donald Trump disebut sebagai “D-Day Ekonomi”, yang bertujuan mengisolasi Iran secara finansial dan memutus sumber daya yang membantu Teheran mempertahankan perekonomiannya di tengah konflik yang telah berlangsung hampir enam bulan.