Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani (Foto: IRNA/VNA)

Diplomat Iran tersebut mengeluarkan pernyataan tersebut untuk membalas satu pernyataan bersama dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Jerman pada tgl 3 Februari lalu yang menuduh Iran “tidak konsekuen dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban nuklir negara ini seperti ditunjukkan dalam laporan IAEA terkini”.

Dalam pernyataan yang dimuat di situs web Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani menunjukkan, Iran telah mengumumkan kepada IAEA pengayaan uranium hingga taraf kemurnian 60% di pabrik Fordow pada tgl 17 November 2022 dan isi terkait cara pengayaan uranium telah diajukan kepada badan ini. Tentang inspeksi IAEA terhadap pabrik Fordow pada Januari lalu, ia menegaskan, tidak ada langkah baru atau yang bertentangan manapun yang dilaksanakan di pabrik ini dibandingkan dengan isi yang telah diumumkan pada November tahun lalu.