Iran Terus Tolak Gencatan Senjata

(VOVWORLD) - Pada  9 Maret, hari ke-10 konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, Pasukan Bela Diri Israel (IDF) memberitahukan bahwa angkatan udara negara ini telah meluncurkan serangan dengan skala besar terhadap Iran sehingga merusak beberapa fasilitas militer penting di seluruh Iran.

Pada hari yang sama, Iran meluncurkan sepuluh kali rudal balistik ke Israel.

Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah melaksanakan serangan balasan terhadap sasaran-sasaran AS dan Israel. IRGC juga menyatakan telah menyerang pangkalan helikopter Al-Adiri milik AS di Kuwait dengan rudal dan pesawat nir-awak (UAV) serta 5 pangkalan strategis AS lain di Timur Tengah, di antaranya Armada 5 dari Angkatan Laut AS di Bahrain.

Pada hari yang sama, juru bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran, Esmaeil Baqaei menunjukkan bahwa Teheran tidak berniat melakukan gencatan senjata dan menegaskan Iran akan terus menjalankan serangan bela diri dan balasan.

Dalam pernyataan terkini, Presiden AS, Donald Trump memberitahukan bahwa para ulama Syiah di Iran memilih Mojtaba Khamenei, putra pemimpin tertinggi Ali Khamenei menjadi penerus adalah “kesalahan besar” dan. Tentang situasi konflik di Iran, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer sedang mendekati tahapan terakhir,  sekaligus memberitahukan bahwa Washington telah melampaui kerangka waktu yang direncanakan saat konflik dimulai. Ia juga mengungkapkan kemungkinan AS mengontrol Selat Hormuz, jalur transportasi minyak terpenting di dunia,

Beberapa negara, di antaranya India, Inggris dan Jepang, pada 9 Maret mengimbau semua pihak terkait supaya mengekang diri dan mendorong dialog dan diplomasi untuk menurunkan  suhu ketegangan yang semakin meningkat di Timur Tengah. Bersamaan itu memperingatkan akan semua dampak potensial terhadap ekonomi dan keamanan energi global.

Komentar

Yang lain